Beranda > Pendidikan > Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Manusia, Cetakan, Visual, Audio-Visual, dan Komputer

Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Manusia, Cetakan, Visual, Audio-Visual, dan Komputer

Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagaian media dapat mengolah pesan dan respon siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.

Berikut ini akan diuraikan prinsip-prinsip penggunaan dan pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dibahas tersebut akan mengikuti taksonomi Leshin, dan kawan-kawan (1992) yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main pera, kegiatan kelompok, dan lain-lain), media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas), media berbasis visual (buku, charts, grafik, peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai, atau slide), media berbasis audio-visual (video, film, slide bersama tape, televisi), dan media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).

A. Media Pembelajaran Berbasis Manusia

Media pembelajaran berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Salah satu contoh yang terkenal adalah gaya tutorial Socrates. Sistem ini tentu dapat menggabungkannya dengan media visual lain. Pertanyaan yang timbul adalah “Bagaimana kita dapat menggunakan komunikasi tatap muka antar-manusia agar pelaksanaan rencana pembelajaran efektif?”.

Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Misalnya, media manusia dapat mengarahkan dan mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar.


B. Media Pembelajaran Berbasis Cetakan

Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Terks bebasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.


C. Media Pembelajaran Berbasis Visual

Media pembelajaran berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.


D. Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual

Media pembelajaran berbasis audio-visual merupakan penggabukan media visual dengan menggunakan suara (audio). Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.


E. Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction (CMI). Ada pula peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan media komputer.


Untuk mendowload artikel lengkap, silahkan klik di sini.



Supported by

  1. 26 April 2011 pukul 8:00 pm

    wah, mas, gak ada yang tertarik buat saya mas.. saya malah tertarik media pembelajaran berbasis magic, ilmu sihir, gaib, atau sejenis nya.. belum banyak dibahas soalnya… pembelajaran dengan bantuan sugesti dari hipnotis misalnya…

    Dendy say: Hahaha…., Saya kurang ngerti dengan media pembelajaran yang mas IpoEL minati. Mungkin lain waktu saya akan coba mengulas tentang hal tersebut, sambil-sambil cari referensi yang cukup mendukung.
    Terima kasih atas kunjungannya mas….

    • 26 April 2011 pukul 8:20 pm

      ya begitu lah mas… saya berharap mas secepatnya bisa menuliskan tentang itu,.. soalnya ini skripsi saya mas… he he he.. makasih mas….

      Dendy say: Sabar aja ya mas…, Mungkin 1 tahun lagi, sulit buat cari referensinya tuh mas. Hehehe….

  2. leo
    26 April 2011 pukul 8:39 pm

    di kelas ad tulisan “pendidikan berkarakter” tau g mksudnya ap tu??

    Dendy say: Bisa dibilang Pendidikan Berkarakter adalah pendidikan yang berbasis karakter yaitu dengan penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) kepada warga sekolah termasuk guru dan siswa yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan melaksanakan nilai-nilai terhadap Tuhan, diri sendiri, maupun lingkungan.
    Singkatnya pendidikan berkarakter hampir sama dengan mengajarkan kepribadian.

    • siti muya
      26 April 2011 pukul 9:06 pm

      Pengertian Pendidikan Karakter Secara sederhana pendidikan berkarakter adalah segala sesuatu yang Anda lakukan yang mempengaruhi karakter anak-anak yang Anda ajar. Namun secara lebih fokus, kita lihat seperti yang diutarakan Dr Thomas Lickona mengenai definisi Pendidikan Berkarakter, bahwa ³pendidikan berkarakter adalah usaha sengaja untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti.´ Dalam bukunya, Educating for Character,1 Dr Lickona menegaskan bahwa ³Ketika kita berpikir tentang jenis karakter yang kita inginkan bagi anak-anak kita, jelas bahwa kita ingin mereka bisa menilai apa yang benar, peduli secara mendalam tentang apa yang benar, dan kemudian melakukan apa yang mereka yakini untuk menjadi benar – bahkan dalam menghadapi tekanan dari luar dan godaan dari dalam. ´ Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Sedangkan menurut Imam Ghazali karakter adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pertimbangan fikiran. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Membentuk karakter tidak semudah memberi nasihat, tidak semudah member instruksi, tetapi memerlukan kesabaran, pembiasaan dan pengulangan,

      sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits yang telah dikutip sebelumnya: ³Ilmu diperoleh dengan belajar, dan sifat santun diperoleh dengan latihan menjadi santun.´ (HR Bukhari) Sehingga proses pendidikan karakter merupakan keseluruhan proses pendidikan yang dialami peserta didik sebagai pengalaman pembentukan

      kepribadian melalui memahami dan mengalami sendiri nilai-nilai, keutamaankeutamaan moral, nilai-nilai ideal agama, nilai-nilai moral. Apa yang dikemukan dalam model Dr Lickona adalah bahwa hal itu menggambarkan proses perkembangan yang melibatkan pengetahuan, perasaan, dan tindakan, dan dengan demikian menyediakan dasar yang terpadu untuk struktur yang koheren dan komprehensif. Ini memberitahu kita bahwa kita perlu terlibat dalam kegiatan anak-anak kita yang membuat mereka berpikir kritis tentang pertanyaan-pertanyaan moral dan etika, mengilhami mereka untuk menjadi berkomitmen untuk tindakan moral dan etika, dan memberi mereka banyak kesempatan untuk mempraktekkan perilaku moral dan etika. Seperti Apakah Pendidikan Berkarakter itu? Pengertian ini masih menyimpan kontroversial, dan sangat bergantung pada hasil yang Anda inginkan. Banyak orang percaya bahwa menghasilkan anak-anak yang patuh dalam melakukan apa yang diperintahkan adalah pendidikan berkarakter. Ide ini sering mengarah kepada munculnya seperangkat aturan dan sistem imbalan dan hukuman (reward and punishment) yang bersifat sementara dan terbatas dalam merubah perilaku, namun sedikit sekali atau sama sekali tidak mempengaruhi karakter yang mendasar bagi anak-anak. Ada orang lain yang berpendapat bahwa seharusnya tujuan kita adalah mengembangkan pemikir independen yang memiliki komitmen moral dalam kehidupan mereka, dan yang cenderung melakukan hal yang benar bahkan dalam keadaan menantang.

  3. siti muya
    26 April 2011 pukul 8:46 pm

    mende-mende gak abg tu… ndok ti ah…

    Dendy say: Hmmm, abg dak ngerti maksudnya apaan?! Selamat membaca aja ya. Semoga bermanfaat

    • siti muya
      26 April 2011 pukul 9:07 pm

      mantap bg,,,,
      like this…!!!

  4. 2 Mei 2011 pukul 12:44 pm

    mantap nie gan tulisan na,,,sangat membantu GW ni gan,,coz gue lagi nyusun skripsi dengan menggunakan media visual gan,,,ane numpang copas ya…

    Dendy say: Selama yang ane berikan bermanfaat, silahkan aja di copas sepuasnya gan

  5. Netty
    18 November 2011 pukul 11:20 am

    referensinya ga ada yagh??

  6. 21 September 2012 pukul 12:14 pm

    I visited multiple websites however the audio feature for
    audio songs existing at this web site is truly superb.

  7. vania
    19 Oktober 2012 pukul 5:11 pm

    mas,,aq lg cari bahan makalah media berbasis visual,,yg mencakup pengertian,macam2nya, kelebihan dan kekurangan dr msing2 jenis tersebut dan media pendidikan berbasis teknologi visual,,bisa bantu gak?

  8. 21 Maret 2013 pukul 5:56 am

    I really like what you guys are usually up too.
    Such clever work and coverage! Keep up the
    wonderful works guys I’ve incorporated you guys to my personal blogroll.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: