Beranda > Pendidikan > Memahami Psikologi Perkembangan Anak Didik

Memahami Psikologi Perkembangan Anak Didik

Manusia dengan berbagai macam renik dan karakternya sudah pasti memiliki kepribadian yang berbeda pula. Oleh karena itu, sudah merupakan kelayakan jika kemudian seorang guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang psikologi perkembangan anak, dan ini akan sangat berguna jika digunakan untuk mendekati anak-anak didiknya. Atau, secara umum seorang guru juga hendaknya memiliki pemahaman tentang psikologi perkembangan manusia.

Pemahaman terhadap psikologi perkembangan ini memiliki kekuatan yang sangat dalam usaha mewujudkan keberhasilan proses kependidikan. Setiap perubahan yang terjadi dan setiap langkah yang dilakukan akan dengan mudah disikapi jika seorang guru memiliki pemahaman yang benar terhadap psikologi perkembangan ini.

Filsuf Amerika kelahiran Spanyol, George Santayana, pernah berkata, “Anak-anak berada di wilayah yang berbeda. Mereka adalah bagian dari satu generasi dan punya cara sendiri untuk merasakan sesuatu hal.”

Mengapa mempelajari perkembangan psikologi anak itu penting? Mengapa kita mesti mempelajari perkembangan anak? Pasalnya, masa anak-anak merupakan fase penting dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, dia abad pertengahan, hukum biasanya tidak membedakan antara kejahatan anak dan dewasa, dan anak-anak diperlukan sebagaimana orang dewasa.

Sebagaian anak berkembang sebagaimana anak-anak lainnya, dan sebagian berkembang dengan cara yang berbeda. Kita sering memperlihatkan keunikan anak-anak. Akan tetapi, para psikolog yang mempelajari perkembangan sering kali tertarik pada karakteristik yang umumnya dimiliki anak-anak, dengan demikian pula guru yang harus mengelola dan mendidik sekelompok anak yang berumur setara. Sebagai manusia, setiap orang menempuh jalan kehidupan yang sama.

Pendidikan harus sesuai dengan perkembangan ini. Artinya, pengajran terhadap siswa harus dilakukan pada tingkat yang tidak terlalu sulit dan terlalu menegangkan atau terlalu mudah dan menjemukan. Pendidikan bagi anak-anak TK harus berbeda dengan pendidikan bagi anak SD. Begitu pun dengan pendidikan bagi anak SD, tentu harus berbeda dengan pendidikan bagi anak SMP, SMA, dan mahasiswa.

Pola perkembangan anak sendiri merupakan pola yang kompleks karena merupakan hasil dari beberapa proses: proses biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Oleh karenanya, perkembangan juga bisa dideskripsikan berdasarkan periodenya.

Proses biologis adalah perubahan dalam tubuh anak. Warisan genetik memainkan peran penting dalam hak ini. Proses biologis melandasi perkembangan otak, berat dan tinggi badan, perubahan dalam kemampuan bergerak, dan perubahan harmonal di masa puber.

Proses kognitif, yaitu perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif memampukan anak untuk mengingat puisi, membayangkan bagaimana cara memecahkan persoalan matematika, menyusun strategi kreatif, atau menghubungkan kalimat menjadi pembicaran yang bermakna.

Proses sosio-emosional dalah perubahan dalam hubungan anak dengan orang lain, perubahan dalam emosi, dan perubahn dalam kepribadian. Pengasuhan anak, perkelahian anak, perkembangan ketegasan anak perempuan, dan perasaan gembira remaja saat mendapatkan nilai-nilai yang baik, semua itu mencerminkan proses perkembangan sosio-emosional.

Penyair Amerika abad ke-20, Marianne Moore, mengatakan bahwa pikiran adalah “sesuatu yang bernyanyi”. Bagaimana cara pikiran ini berkembang telah menarik perhatian banyak psikolog. Bahkan, bisa dikatakan bahwa semua orang tertarik untuk mengkaji perkembangan otak ini, tidak hanya seorang psikolog saja.



Supported by

  1. 2 Mei 2011 pukul 12:48 pm

    adu gan ni kita sebagai calon guru memang wajib memahami psikologi anak didik kita gan…biar kita sebagai guru gx jadi diktator terhadap murid gan,,,plus klw kita bisa memahami na,,dijamin de tu murid bakal respek terhadap kita gan…

    Dendy say: Yup…, bener banget tuh gan. Sering-sering aja mampir di sini gan dan sharing lebih banyak lagi tentang pendidikan.

  2. 13 Juni 2011 pukul 4:29 pm

    Kayaknya kalo aku ga diperhatikan deh :|

  3. 26 Juli 2011 pukul 6:30 pm

    llah ortu pada plih kasiih …………………………..

  4. 28 Maret 2013 pukul 12:30 pm

    ehwm.. tulisan diatas masih terlalu umum y… bisakah dispesifikan lagi.. trima kasih

  5. wahyu
    30 Oktober 2014 pukul 10:37 am

    tolong di perjelas singkat dan jelas inti dari psikologinya

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: